penomena alam dan potoka

penomena alam dan potoka

Selasa, 28 Februari 2012


BAB 1
PENDAHULUAN
a. latar belakang masalah
            yayasan mi’rajush shibyan dan pondok pesantren Nahdlatul wathan jakarta adalah sebuah yayasan islam yang bernaung pada organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh ulama besar kharismatik, yaitu Maulana syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di pancor, lombok timur, NTB.
            Secara emberiotik, yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan jakarta telah muncul sejak tahun 1987. untuk pertama kalinya, yayasan islam ini mendirikan lembaga Taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) sekarang diganti menjadi madrasah Diniyah Islamiyah (MDI), sebuah lembaga non formal tempat pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak tingkat SD, SMP, dan SMA.
            Dalam perkembangannya secara bertahap mendirikan lembaga-lembaga formal dan non formal lainnya seperti majlis taklim, panti asuhan (PA), Taman Kanak-kanak (TK), sekolah dasar islam (SDI), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan lembaga non formal lainnya seperti pertanian dan pternakan. Disamping itu, yayasan mi’rajush shibyan  ini juga menaungi lembaga pondok pesantren Nahdlatul Wathan jakarta, sebuah lembaga yang mengkonsentrasikan dan mengkombinasikan kegiatannya dalam bidang spritual dan emosional terhadap kegiatan formal lembaga yang ada dalam naungan yayasan.
            Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan, sosial, dan dakwah islamiyah yang awalnya berada dalam naungan perwakilan Nahdlatul Wathan jakarta, ternyata pemerintah menuntut adanya birokrasi khusus lagi semacam yayasan yang dapat memayungi atau menaungi berbagai lembaga yang berada didalamnya. Oleh sebab itu pada tahun 2007 pengurus perwakilan pun bersaha mendirikan sebuah yayasan islam yang kemudian diberi nama yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan.
            Dalam konteks ini, sebagai latar belakang lahirnya yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan jakarta ini adalah karena tuntutan aturan perundang-undangan yang diberlakukan diwilayah pemerintahan provinsi DKI Jakarta yang menuntut adanya sebuah yayasan yang memayungi atau menaungi berbagai lembaga atau institusi yang didirikan didalamnya.
            Selain hal diatas ada beberapa hal yang mendasari penulis untuk memilih judul “ PERAN PONDOK PESANTREN NAHDLATUL WATHAN JAKARTA DALAM BIDANG PENDIDIKAN.
b. pembatasan dan perumusan masalah.
            Dari sejumla

A. SMA Nahdlatul Wathan Jakarta.
1. Sejarah Singkat berdiri SMA Nahdlatul Wathan Jakarta
Sekolah SMA Nahdlatul Wathan (NW) adalah sekolah yang bernaung di bawah yayasan yang bernama "Yayasan Mi'rajussibyan". Sekolah ini berdiri adalah hasil dari prakarsa, perjuangan, serta persatuan dari para pendiri Yayasan Mi'rajussibyan yang di bantu oleh masyarakat yang  ada di sekitar yayasan, yaitu Rt/Rw; 01/03. Sekolah ini  mulai di usung pada tahun 2001, kemudian diresmikan sebagai sekolah formal pada tahun 2002. Sekolah ini dibangun di atas tanah seluas 585 M2 , dan terdiri dari 3 lantai, di pimpin oleh kepala sekolah yang pertama bernama Muhamad Nur, dan wakilnya Muslihan Habib M.Ag. Pada tahun 2007 terjadi perubahan struktur posisi kepengurusan yaitu Muslihan Habib M.Ag, yang tadinya menjabat sebagai wakil kepala sekolah, naik sebagai kepala sekolah. Dan wakilnya bernama Yuli sofiyati S.Pd.
SMA Nahdlatul Wathan Jakarta adalah sebuah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi berbasis masyarakat, yaitu Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan. Dilihat dari daur hidupnya, SMA Nahdlatul Wathan Jakarta merupakan lembaga pendidikan yang berada pada masa investasi (investment period) dan tergolong sekolah yang masih baru (infant school).
Untuk menopang keberadaannya, masih sangat bergantung kepada dana-dana masyarakat yang jumlahnya masih jauh dari mencukupi, khusus untuk berinvestasi pada pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Usaha-usaha produktif yayasan juga masih belum dapat diandalkan sebagai satu-satunya sumber pendanaan untuk pengadaan sarana dan prasarana secara keseluruhan.

 

3. Profil SMA Nahdlatul Wathan Jakarta

3.a. Sekolah

1.
Nama Sekolah

SMA NAHDLATUL WATHAN

2.
Status
Terakriditasi A
3.
Alamat
Jl. Raya Penggilingan, Pisangan I Rt. 001/03
Penggilingan Cakung, Telp./Fax,. [021] 46820788
4.
Kotamadya
Jakarta Timur
5.
Propinsi
DKI Jakarta





 

3.c. Sumber Daya


1.
Jumlah Guru

25 orang

2.
Jumlah Karyawan
2 orang
3.
Jumlah Siswa
58 orang
4.
Luas Bangunan
585 M2
5.
Sarana Yang Dimiliki
·   4 Ruang Kelas
·   1 Ruang Kepala Sekolah
·   1 Ruang Wakil Kepala Sekolah,
·   1 Ruang BP
·   1 Ruang Guru
·   1 Ruang TU 
·   1 Ruang Komputer
·   1 Ruang OSIS
·   1 Lapangan Olah Raga
·   1 Masjid HAMZANWADI
·   1 Ruang Klinik Kesehatan
·   1 Ruang Lab Bahasa
·   1 Ruang Lab IPA
·   1 Ruang Multi Media
·   1 Ruang Gudang
·   1 Ruang Pos Penjagaan






3.d. Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah


a.   VISI

“Membangun Sumber Daya Manusia [SDM] kualipurna yang berbasis pada kemampuan akademik dan keterampilan serta bersemangat moralitas yang luhur”.

Indikator Visi

1.   Berprestasi dalam perolehan nilai-nilai akademik.
2.   Berprestasi dalam kegiatan non akademik/ekstrakurikuler.
3.   Aktif dan dinamis dalam aktivitas keagamaan.
4.   Bertanggung jawab dalam sikap dan perilaku.
5.   Aktif berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara.


b. Misi

 

1.   Meningkatkan kinerja pembelajaran.
2.   Mengembangkan potensi keunggulan secara intensif.
3.   Menumbuhkan penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
4.   Membina dan mengarahkan sikap dan perilaku melalui pembelajaran tata tertib secara konsisten.
5.   Menumbuhkan dan mengembangkan semangat cinta tanah air dan bangsa melalui pelatihan-pelatihan dan aktifitas sosial lainnya.

c.  Tujuan


1.   Menempati peringkat 10 besar rata-rata nilai semester di tingkat sanggar.
2.   Memiliki kesebelasan sepak bola yang mampu berprestasi di tingkat kecamatan.
3.   Memiliki tim paskibra yang mampu berprestasi ditingkat walikota.
4.   Memiliki tim kesenian [marawis] yang berprestasi di tingkat DKI Jakarta.
5.   Mengadakan kegiatan keagamaan secara teratur, terarah, terpadu, dan kontinyu.
6.   Memiliki tingkat kedisiplinan dan bertanggung jawab yang tinggi.
7.   Memiliki program tetap dalam bidang pelatihan kepemimpinan dan aktifitas sosial.

3.e. Potensi Pendukung Program Sekolah



3.e.1. Kondisi Siswa 2009/2010


No.
Kelas
Jenis Kelamin
Jml
Agama
L
P
Islam
Protestan
Katolik
Hindu/Budha
1.
X
9
6
15
15
-
-
-
2.
XI IPS
16
5
21
21
-
-
-
3.
XII IPS
12
4
16
16
-
-
-
4.
XII IPA
3
3
6
6
-
-
-

Total
40
18
58
58
-
-
-



3.e.2. Kondisi Lingkungan

No.
Potensi Pendukung

Keterangan

1.
Lahan Pengembangan
Sekolah
Yayasan mengambil kebijakan untuk membuat gedung berlantai tiga.

2.
Lingkungan Sekolah
·   Sekolah berada di lingkungan bebas polusi, jauh dari keramaian.
·   Mudah dijangkau, ada kendaraan umum, dekat dengan stasiun.
·   Di tengah pemukiman penduduk.
·   Merupakan lingkungan pondok pesantren.
3.
Keamanan
 ·    Jauh dari jangkauan peredaran narkoba.
 ·    Jauh dari kemungkinan perkelahian/tawuran.
4.
Masyarakat
98 % merupakan masyarakat yang taat dalam beragama.

 


 

 

 

3.e.3. Sarana dan Prasarana


No.
Nama Obyek

Banyaknya

Luas
1.
Tanah
-
1650 M2
2.
Bangunan
1
585 M2
3.
Ruang Belajar
4
-
4.
Laboratorium IPA
1
-
5.
Ruang Perpustakaan
1
-
6.
Ruang BK
1
-
7.
Ruang Tata Usaha
1
-
8.
Ruang Kepala Sekolah
1
-
9.
Ruang Wakasef Staff
1
-
10.
Ruang Guru
1
-
11.
Ruang Gudang
1
-
12.
Ruang Dapur
1
-
13.
Ruang Klinik Kesehatan
2
-
14.
Ruang OSIS
1
-
15.
Ruang Koperasi
1
-
16.
Ruang Jaga
1
-
17.
Mushalla/Masjid
1
-
18.
Lapangan Olah Raga
1
-
19.
Kamar Mandi/WC Guru
1
-
20.
Kamar Mandi/WC Siswa
4
-
21.
Papan Tulis
4
-
22.
Laboratorium Komputer OHP
1
-





















SMP NAHDLATUL WATHAN





1.
Nama Sekolah

SMP NAHDLATUL WATHAN

2.
Status
Terakriditasi B
3.
Alamat
Jl. Raya Penggilingan, Pisangan I Rt. 001/03
Penggilingan Cakung, Telp./Fax,. [021] 46820788
4.
Kotamadya
Jakarta Timur
5.
Propinsi
DKI Jakarta





 

3.c. Sumber Daya


1.
Jumlah Guru

 

2.
Jumlah Karyawan

3.
Jumlah Siswa

4.
Luas Bangunan

5.
Sarana Yang Dimiliki
·   4 Ruang Kelas
·   1 Ruang Kepala Sekolah
·   1 Ruang Wakil Kepala Sekolah,
·   1 Ruang BP
·   1 Ruang Guru
·   1 Ruang TU 
·   1 Ruang Komputer
·   1 Ruang OSIS
·   1 Lapangan Olah Raga
·   1 Masjid HAMZANWADI
·   1 Ruang Klinik Kesehatan
·   1 Ruang Lab Bahasa
·   1 Ruang Lab IPA
·   1 Ruang Multi Media
·   1 Ruang Gudang
·   1 Ruang Pos Penjagaan






























BAB IV
  1. Temuan penelitian
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana peran pondok pesantren Nahdlatul wathan ddalam rangka mengoptimalkan mutu pendidikan. Melalui teknik pengambilan data yang dilakukan dan menurut informasi yang peneliti serap dari informan akhirnya peneliti memperoleh beberapa temuan penelitian sebagai berikut:
    1. peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam mengoptimalkan mutu pendidikan.
Dari hasil wawancara bersama pimpinan pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam upaya mencapai tujuan pengoptimalan mutu pendidikan ke depan. Upaya tersebut antara lain: dalam bentuk kerja tahunan















    1. Tanggung Jawab dalam mengoptimalkan mutu pendidikan di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
   Temuan penelitian menunjukan bahwa tanggung jawab dalam mengoptimalkan mutu pendidikan di pondok pesatren Nahdlatul Wathan Jakarta telah berlangsung baik hal ini tampak dengan adanya proses pengelompokan tugas-tugas, tanggungjawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam hal ini unsur-unsur yang harus ada dalam struktur di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta telah masih ada meskipun masih sederhana, seperti dengan adanya pembagian tugas kerja, sistem dari sisi kegiatan, koordinasi kegiatan dan pembuatan keputusan. Temuan lain menunjukan bahwa sampai dengan saat ini di pondokpesantren masih belum menerapkan asas-asas pengorganisasian dengan baik dan belum adanya petunjuk kegiatan, pelaksanaan kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan, proposal kegiatan diajukan oleh ketua pelaksana kepada pimpinan pondok pesantren untuk mendapatkan keputusan dan surat keputusan. Di akhir kegiatan panitia pelaksana wajib menyerahkan laporan akhir kegiatan kepada pimpinan pondok.
            Dari uraian di atas tmpak bahwa tanggungjawab dalam mencapai tujuan pendidikan dan meningktkan mutu pendidikan pondok peantren, hal itu di maksudkan agar terdapat kejelasan tentang perincian tugas, wewenang dan aloksi kegiatan sertapemegang jabatan penting pondok, agar rencana yang di buat dapat dilaksanakan dan terukurkarena ditetukan sebelumnya, sedangkan koordinasi diperlukan terutama untuk menyatukan kesamaan pandangan antara berbagai pihak yang berkepentingan dalam kegiatan dan tujuan pondok peantren, baik personalia maupun pimpinan, orang tua maupun masyarakat sekitar pondok. Koordinasi akan berlangsung efektif apabila dilaksanakan terus menerus dari tahap awal hingga akhir pekerjaan, mengupayakan hubungan dan pertemuan-pertemuan di antara berbagai pihak yang terkait serta mengembangkan keterbukaan sehingga jika terdapat perbedaan pandangan dapat didiskusikan dan dipecahkan bersama.
Interaksi pimpinan terhadap lembaga pendidikan di pondok pesantren merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diwujudkan agar tujuan mutu pendidikan tercapai, sebab tanpa interaksi yang baik apa yang telah direncanakan tidak akan dapat direalisir dalam kehidupan pondok pesantren. Sebagaimana dikemukakan oleh Stephen P. Robibins, bahwa manusia dalam hidup berkelompok sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Kelompok disini dapat bersifat formal maupun informal, yang dimaksud kelompok formal adalah: kelompok yang ditetapkan dalam struktur organisasi, dengan penugasan kerja yang ditunjuk untuk menjalankan tugas-tugas. Sedangkan kelompok informal adalah persekutuan yang tidak terstruktur secara formal, juga tidak ditetapkan oleh organisasi.kelompok ini terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang muncul sebagai tanggapan kebutuhan akan kontak sosial. Dengan demikin pembinaan interaksi mengoptimalkan mutu pendidikan yang ingin dicapai oleh pondok pesantren sangat menentukan bagi keberhasilan pondok pesantren ke depan.
Selama berdirinya pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta seluruh pesonil yang tergabung di dalamnya bisa menjalin hubungan sosial keorganisasian antarsesama personalia dan diantara pimpinan pondok pesantren yang ada, sehingga dengan hubungan yang selalu harmonis dapat teralisasi dalam kehidupan di pondok pesantren yang kondusif. Pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam mengoptimalkan mutu pendidikan yang ada, sudah mengarah kepada langkah-langkah kongkrit yang harus ditempuh oleh masing-masing personalia dalam mencapai target mutu yang telah dicanangkan oleh pimpinan pondok, untuk dibantu oleh seluruh komponen sumber daya pondok pesantren yang ada, dalam upay pengoptimalannya dari berbagai aspek kehidupan lembaga pendidikan yang ada di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta diantaranya: dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, baik personalia, karyawan, maupun siswa/I demi mencapai target mutu itu tadi.






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    kesimpulan
dari penemuan penelitian yang dapat di kumpulkan peneliti di latar penelitian yang berkaitan dengan peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan yaitu : dengan mengadakan wawancara bersama pimpinan bersama personalia pondok pesantren yang terkait, untuk pendapatkan informasi akurat yang dibutuhkan dalam penelitian.
Temuan penelitian yang dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan dan personalia pondok pesantren Nahdlatul Wathan, peneliti catat, dari hasil catatan peneliti sesuaikan dengan hasil observasi dilapangan dalam rangka mengakuratkan hasil wawancara dengan kenyatan dilapangan.
Dari temuan penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang sudah peneliti paparkan pada bab IV. Maka dapatlah peneliti mengambil suatu kesimpulan tentang peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan.
Bahwa peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam pendidikan yaitu: pimpinan pondok pesantren selalu menjaga jalinan interaksi dengan sesama pengurus,para personalia,para staf karyawan pondok pesantren dan para masyarakat sekitar pondok pesantren, sehingga bawahan, para personlia, staf dan karyawan merasa terayomi semua dengan sikap pimpinan terhadap mereka yang mau peduli terhadap keadaan para karyawan pondok pesantren demi kemajuan pondok pesantren  dimasa yang akan datang khususnya dalam bidang pendidikan.
Kurikulum yang dijalankan adalah sesuai dengan kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, sesuai pula dengan kurikulum pondok pesantren yang dianjurkan oleh Departemen Agama, sambil ditambahkan bumbu penyedap dalam kurikulum pembelajaran disetiap lembaga pendidikan yang ada, berupa ilmu-ilmu salafi pondok pesantren kontemporer, dalam upaya mengoptimalkan mutu, dan mengatasi kebosanan santri yang tergabung di dalam pondok pesantren, karena materi yang disajikan bervariasi, tidak terkesan monoton.
Dalam mengadakan hubungan dengan para bawahan, para karyawan pondok pesantren, maupun dengan para siswa, pimpinan dalam mengoptimalkan pendidikan pondok pesantren yang ada selalu berusaha memungsikan yang ada sebagaimana mestinya.
Dalam menghadapi kendala yang ada baik yang datangnya dari internal pondok pesantren maupun external pondok, kendala yang bersifat kelembagaan mauoun tidak, pimpinan selalu mengajak staf atau karyawan pondok terkait dalam mencari solusi terbaik, dalam mengatasi problematika pondok pesantren yang sedang dihadapi.
Karena peran pondok pesantren dijalankan dengan baik maka dengan sendirinya mutu pendidikan yang ada di pondok pesantren Nahdlatul Wathan pun meningkat dari tahun ke tahun, dengan kesadaran para personalia dan pimpinan dalam menjalankan tugas bersam demi mencapai tujuan bersama yaitu mengoptimalkan mutu pendidikan, memajukan pondok pesantren secara umum, dan untuk memajukan seluruh lembaga pendidikan yang ada didalamnya dengan seoptimal mungkin. Sikap membina persatuan dan kesatuan yang kental menghiasi setiap sudut pondok pesantre Nahdlatul Wathan Jakarta, maka bisa dikataka peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan cukup kondusif dalam mengoptimalkan mutu pendidikan yang dijalankannya.

B.     Saran-Saran

Saran yang peneliti perlu tabahkan dalam menormalkan kegiatan pembelajaran di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta adalah:
1.      perlunya tambahan sarana prasarana untuk mengaktualisasikan pendidikan, seperti laboratorium untuk fisika, kimia, biologi, bahasa, dan peralatan lainnya.
2.      perlunya pengurangan jumlah tenaga pengajar yang bertugas rangkap sehingga bisa meminimalisasi terjadinya tabrakan jam mengajar, agar pondok pesantren dan siswa tidak dirugikan.
3.      perlunya peningkatan mutu sumber daya manusia yang dimiliki pondok pesantren Nahdlatul Wathan saat ini agar lebih responsive terhadap perkembangan lingkungan sosial yang ada.
4.      perlunya tambahan usaha produktif dalam rangka membangun kemandirian pondok pesantren.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar