BAB 1
PENDAHULUAN
a. latar belakang
masalah
yayasan mi’rajush
shibyan dan pondok pesantren Nahdlatul wathan jakarta adalah sebuah yayasan
islam yang bernaung pada organisasi Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh ulama
besar kharismatik, yaitu Maulana syeikh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid di pancor, lombok timur, NTB.
Secara emberiotik,
yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan jakarta telah muncul sejak tahun
1987. untuk pertama kalinya, yayasan islam ini mendirikan lembaga Taman pendidikan
Al-Qur’an (TPA) sekarang diganti menjadi madrasah Diniyah Islamiyah (MDI),
sebuah lembaga non formal tempat pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak tingkat
SD, SMP, dan SMA.
Dalam perkembangannya
secara bertahap mendirikan lembaga-lembaga formal dan non formal lainnya
seperti majlis taklim, panti asuhan (PA), Taman Kanak-kanak (TK), sekolah dasar
islam (SDI), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan
lembaga non formal lainnya seperti pertanian dan pternakan. Disamping itu, yayasan
mi’rajush shibyan ini juga menaungi
lembaga pondok pesantren Nahdlatul Wathan jakarta, sebuah lembaga yang
mengkonsentrasikan dan mengkombinasikan kegiatannya dalam bidang spritual dan
emosional terhadap kegiatan formal lembaga yang ada dalam naungan yayasan.
Keberadaan
lembaga-lembaga pendidikan, sosial, dan dakwah islamiyah yang awalnya berada
dalam naungan perwakilan Nahdlatul Wathan jakarta, ternyata pemerintah menuntut
adanya birokrasi khusus lagi semacam yayasan yang dapat memayungi atau menaungi
berbagai lembaga yang berada didalamnya. Oleh sebab itu pada tahun 2007
pengurus perwakilan pun bersaha mendirikan sebuah yayasan islam yang kemudian
diberi nama yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan.
Dalam konteks ini,
sebagai latar belakang lahirnya yayasan mi’rajush shibyan Nahdlatul Wathan
jakarta ini adalah karena tuntutan aturan perundang-undangan yang diberlakukan diwilayah
pemerintahan provinsi DKI Jakarta yang menuntut adanya sebuah yayasan yang
memayungi atau menaungi berbagai lembaga atau institusi yang didirikan
didalamnya.
Selain hal diatas ada
beberapa hal yang mendasari penulis untuk memilih judul “ PERAN PONDOK
PESANTREN NAHDLATUL WATHAN JAKARTA DALAM BIDANG PENDIDIKAN.
b. pembatasan dan perumusan masalah.
Dari sejumla
A. SMA Nahdlatul
Wathan Jakarta.
1. Sejarah Singkat berdiri SMA Nahdlatul Wathan Jakarta
Sekolah SMA Nahdlatul Wathan (NW) adalah
sekolah yang bernaung di bawah yayasan yang bernama "Yayasan
Mi'rajussibyan". Sekolah ini berdiri adalah hasil dari prakarsa,
perjuangan, serta persatuan dari para pendiri Yayasan Mi'rajussibyan yang di
bantu oleh masyarakat yang ada di
sekitar yayasan, yaitu Rt/Rw; 01/03. Sekolah ini mulai di usung pada tahun 2001, kemudian
diresmikan sebagai sekolah formal pada tahun 2002. Sekolah ini dibangun di atas
tanah seluas 585 M2 , dan terdiri dari 3 lantai, di pimpin oleh
kepala sekolah yang pertama bernama Muhamad Nur, dan wakilnya Muslihan Habib
M.Ag. Pada tahun 2007 terjadi perubahan struktur posisi kepengurusan yaitu
Muslihan Habib M.Ag, yang tadinya menjabat sebagai wakil kepala sekolah, naik
sebagai kepala sekolah. Dan wakilnya bernama Yuli sofiyati S.Pd.
SMA Nahdlatul Wathan Jakarta adalah sebuah
lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi berbasis masyarakat,
yaitu Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan. Dilihat dari daur hidupnya,
SMA Nahdlatul Wathan Jakarta merupakan lembaga pendidikan yang berada pada masa
investasi (investment period) dan tergolong sekolah yang masih baru (infant
school).
Untuk menopang keberadaannya, masih sangat
bergantung kepada dana-dana masyarakat yang jumlahnya masih jauh dari
mencukupi, khusus untuk berinvestasi pada pengadaan sarana dan prasarana
pendidikan yang memadai. Usaha-usaha produktif yayasan juga masih belum dapat
diandalkan sebagai satu-satunya sumber pendanaan untuk pengadaan sarana dan
prasarana secara keseluruhan.
3. Profil SMA Nahdlatul Wathan Jakarta
3.a. Sekolah
1.
|
Nama Sekolah
|
SMA NAHDLATUL WATHAN |
2.
|
Status
|
Terakriditasi A
|
3.
|
Alamat
|
Jl. Raya Penggilingan, Pisangan I Rt. 001/03
Penggilingan Cakung, Telp./Fax,. [021] 46820788
|
4.
|
Kotamadya
|
Jakarta
Timur
|
5.
|
Propinsi
|
DKI Jakarta
|
3.c. Sumber Daya
1.
|
Jumlah Guru
|
25 orang |
2.
|
Jumlah Karyawan
|
2 orang
|
3.
|
Jumlah Siswa
|
58 orang
|
4.
|
Luas Bangunan
|
585 M2
|
5.
|
Sarana Yang Dimiliki
|
· 4 Ruang Kelas
· 1 Ruang Kepala Sekolah
· 1 Ruang Wakil Kepala Sekolah,
· 1 Ruang BP
· 1 Ruang Guru
· 1 Ruang TU
· 1 Ruang Komputer
· 1 Ruang OSIS
· 1 Lapangan Olah Raga
· 1 Masjid HAMZANWADI
· 1 Ruang Klinik Kesehatan
· 1 Ruang Lab Bahasa
· 1 Ruang Lab IPA
· 1 Ruang Multi Media
· 1 Ruang Gudang
· 1 Ruang Pos Penjagaan
|
3.d. Visi, Misi, Dan Tujuan Sekolah
a. VISI
“Membangun Sumber Daya Manusia [SDM]
kualipurna yang berbasis pada kemampuan akademik dan keterampilan serta
bersemangat moralitas yang luhur”.
Indikator Visi
1. Berprestasi dalam perolehan
nilai-nilai akademik.
2. Berprestasi dalam kegiatan non akademik/ekstrakurikuler.
3. Aktif dan dinamis
dalam aktivitas keagamaan.
4. Bertanggung jawab
dalam sikap dan perilaku.
5. Aktif berpartisipasi
dalam membangun bangsa dan negara.
b. Misi
1. Meningkatkan kinerja
pembelajaran.
2. Mengembangkan potensi keunggulan secara intensif.
3. Menumbuhkan
penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
4. Membina dan
mengarahkan sikap dan perilaku melalui pembelajaran tata tertib secara
konsisten.
5. Menumbuhkan dan
mengembangkan semangat cinta tanah air dan bangsa melalui pelatihan-pelatihan
dan aktifitas sosial lainnya.
c. Tujuan
1. Menempati peringkat 10 besar
rata-rata nilai semester di tingkat sanggar.
2. Memiliki kesebelasan sepak bola yang mampu berprestasi di
tingkat kecamatan.
3. Memiliki tim paskibra
yang mampu berprestasi ditingkat walikota.
4. Memiliki tim kesenian
[marawis] yang berprestasi di tingkat DKI Jakarta.
5. Mengadakan kegiatan
keagamaan secara teratur, terarah, terpadu, dan kontinyu.
6. Memiliki tingkat
kedisiplinan dan bertanggung jawab yang tinggi.
7. Memiliki program
tetap dalam bidang pelatihan kepemimpinan dan aktifitas sosial.
3.e. Potensi Pendukung Program Sekolah
3.e.1. Kondisi Siswa 2009/2010
No.
|
Kelas
|
Jenis
Kelamin
|
Jml
|
Agama
|
||||
L
|
P
|
Islam
|
Protestan
|
Katolik
|
Hindu/Budha
|
|||
1.
|
X
|
9
|
6
|
15
|
15
|
-
|
-
|
-
|
2.
|
XI IPS
|
16
|
5
|
21
|
21
|
-
|
-
|
-
|
3.
|
XII IPS
|
12
|
4
|
16
|
16
|
-
|
-
|
-
|
4.
|
XII IPA
|
3
|
3
|
6
|
6
|
-
|
-
|
-
|
Total |
40
|
18
|
58
|
58
|
-
|
-
|
-
|
|
3.e.2. Kondisi Lingkungan
No.
|
Potensi Pendukung
|
Keterangan |
1.
|
Lahan Pengembangan
Sekolah
|
Yayasan
mengambil kebijakan untuk membuat gedung berlantai tiga.
|
2.
|
Lingkungan Sekolah
|
· Sekolah berada di lingkungan bebas polusi, jauh dari keramaian.
· Mudah dijangkau, ada kendaraan umum, dekat dengan
stasiun.
· Di tengah pemukiman penduduk.
· Merupakan lingkungan pondok pesantren.
|
3.
|
Keamanan
|
· Jauh dari jangkauan peredaran narkoba.
· Jauh dari kemungkinan perkelahian/tawuran.
|
4.
|
Masyarakat
|
98 % merupakan masyarakat yang taat dalam beragama.
|
3.e.3. Sarana dan Prasarana
No.
|
Nama Obyek
|
Banyaknya |
Luas
|
1.
|
Tanah
|
-
|
1650
M2
|
2.
|
Bangunan
|
1
|
585
M2
|
3.
|
Ruang Belajar
|
4
|
-
|
4.
|
Laboratorium IPA
|
1
|
-
|
5.
|
Ruang Perpustakaan
|
1
|
-
|
6.
|
Ruang BK
|
1
|
-
|
7.
|
Ruang Tata Usaha
|
1
|
-
|
8.
|
Ruang Kepala Sekolah
|
1
|
-
|
9.
|
Ruang Wakasef Staff
|
1
|
-
|
10.
|
Ruang Guru
|
1
|
-
|
11.
|
Ruang Gudang
|
1
|
-
|
12.
|
Ruang Dapur
|
1
|
-
|
13.
|
Ruang Klinik Kesehatan
|
2
|
-
|
14.
|
Ruang OSIS
|
1
|
-
|
15.
|
Ruang Koperasi
|
1
|
-
|
16.
|
Ruang Jaga
|
1
|
-
|
17.
|
Mushalla/Masjid
|
1
|
-
|
18.
|
Lapangan Olah Raga
|
1
|
-
|
19.
|
Kamar Mandi/WC Guru
|
1
|
-
|
20.
|
Kamar Mandi/WC Siswa
|
4
|
-
|
21.
|
Papan Tulis
|
4
|
-
|
22.
|
Laboratorium Komputer OHP
|
1
|
-
|
SMP NAHDLATUL WATHAN
1.
|
Nama Sekolah
|
SMP NAHDLATUL WATHAN |
2.
|
Status
|
Terakriditasi B
|
3.
|
Alamat
|
Jl. Raya Penggilingan, Pisangan I Rt. 001/03
Penggilingan Cakung, Telp./Fax,. [021] 46820788
|
4.
|
Kotamadya
|
Jakarta
Timur
|
5.
|
Propinsi
|
DKI Jakarta
|
3.c. Sumber Daya
1.
|
Jumlah Guru
|
|
2.
|
Jumlah Karyawan
|
|
3.
|
Jumlah Siswa
|
|
4.
|
Luas Bangunan
|
|
5.
|
Sarana Yang Dimiliki
|
· 4 Ruang Kelas
· 1 Ruang Kepala Sekolah
· 1 Ruang Wakil Kepala Sekolah,
· 1 Ruang BP
· 1 Ruang Guru
· 1 Ruang TU
· 1 Ruang Komputer
· 1 Ruang OSIS
· 1 Lapangan Olah Raga
· 1 Masjid HAMZANWADI
· 1 Ruang Klinik Kesehatan
· 1 Ruang Lab Bahasa
· 1 Ruang Lab IPA
· 1 Ruang Multi Media
· 1 Ruang Gudang
· 1 Ruang Pos Penjagaan
|
BAB IV
- Temuan penelitian
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui
bagaimana peran pondok pesantren Nahdlatul wathan ddalam rangka mengoptimalkan
mutu pendidikan. Melalui teknik pengambilan data yang dilakukan dan menurut
informasi yang peneliti serap dari informan akhirnya peneliti memperoleh
beberapa temuan penelitian sebagai berikut:
- peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam mengoptimalkan mutu pendidikan.
Dari hasil wawancara bersama pimpinan pondok
pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam upaya mencapai tujuan pengoptimalan
mutu pendidikan ke depan. Upaya tersebut antara lain: dalam bentuk kerja
tahunan
- Tanggung Jawab dalam mengoptimalkan mutu pendidikan di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Temuan penelitian menunjukan bahwa tanggung
jawab dalam mengoptimalkan mutu pendidikan di pondok pesatren Nahdlatul Wathan
Jakarta telah berlangsung baik hal ini tampak dengan adanya proses
pengelompokan tugas-tugas, tanggungjawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga
tercipta organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan dalam rangka
mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam hal ini unsur-unsur yang harus ada dalam
struktur di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta telah masih ada meskipun
masih sederhana, seperti dengan adanya pembagian tugas kerja, sistem dari sisi
kegiatan, koordinasi kegiatan dan pembuatan keputusan. Temuan lain menunjukan
bahwa sampai dengan saat ini di pondokpesantren masih belum menerapkan
asas-asas pengorganisasian dengan baik dan belum adanya petunjuk kegiatan,
pelaksanaan kegiatan. Dalam melaksanakan kegiatan, proposal kegiatan diajukan
oleh ketua pelaksana kepada pimpinan pondok pesantren untuk mendapatkan
keputusan dan surat
keputusan. Di akhir kegiatan panitia pelaksana wajib menyerahkan laporan akhir
kegiatan kepada pimpinan pondok.
Dari uraian di atas tmpak bahwa
tanggungjawab dalam mencapai tujuan pendidikan dan meningktkan mutu pendidikan
pondok peantren, hal itu di maksudkan agar terdapat kejelasan tentang perincian
tugas, wewenang dan aloksi kegiatan sertapemegang jabatan penting pondok, agar
rencana yang di buat dapat dilaksanakan dan terukurkarena ditetukan sebelumnya,
sedangkan koordinasi diperlukan terutama untuk menyatukan kesamaan pandangan
antara berbagai pihak yang berkepentingan dalam kegiatan dan tujuan pondok
peantren, baik personalia maupun pimpinan, orang tua maupun masyarakat sekitar
pondok. Koordinasi akan berlangsung efektif apabila dilaksanakan terus menerus
dari tahap awal hingga akhir pekerjaan, mengupayakan hubungan dan
pertemuan-pertemuan di antara berbagai pihak yang terkait serta mengembangkan
keterbukaan sehingga jika terdapat perbedaan pandangan dapat didiskusikan dan
dipecahkan bersama.
Interaksi
pimpinan terhadap lembaga pendidikan di pondok pesantren merupakan sesuatu yang
sangat penting untuk diwujudkan agar tujuan mutu pendidikan tercapai, sebab
tanpa interaksi yang baik apa yang telah direncanakan tidak akan dapat
direalisir dalam kehidupan pondok pesantren. Sebagaimana dikemukakan oleh
Stephen P. Robibins, bahwa manusia dalam hidup berkelompok sebagai dua individu
atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung untuk mencapai
sasaran-sasaran tertentu. Kelompok disini dapat bersifat formal maupun
informal, yang dimaksud kelompok formal adalah: kelompok yang ditetapkan dalam
struktur organisasi, dengan penugasan kerja yang ditunjuk untuk menjalankan
tugas-tugas. Sedangkan kelompok informal adalah persekutuan yang tidak
terstruktur secara formal, juga tidak ditetapkan oleh organisasi.kelompok ini
terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang muncul sebagai tanggapan
kebutuhan akan kontak sosial. Dengan demikin pembinaan interaksi mengoptimalkan
mutu pendidikan yang ingin dicapai oleh pondok pesantren sangat menentukan bagi
keberhasilan pondok pesantren ke depan.
Selama berdirinya
pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta seluruh pesonil yang tergabung di
dalamnya bisa menjalin hubungan sosial keorganisasian antarsesama personalia
dan diantara pimpinan pondok pesantren yang ada, sehingga dengan hubungan yang
selalu harmonis dapat teralisasi dalam kehidupan di pondok pesantren yang
kondusif. Pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam mengoptimalkan mutu pendidikan
yang ada, sudah mengarah kepada langkah-langkah kongkrit yang harus ditempuh
oleh masing-masing personalia dalam mencapai target mutu yang telah dicanangkan
oleh pimpinan pondok, untuk dibantu oleh seluruh komponen sumber daya pondok
pesantren yang ada, dalam upay pengoptimalannya dari berbagai aspek kehidupan
lembaga pendidikan yang ada di pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta
diantaranya: dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, baik
personalia, karyawan, maupun siswa/I demi mencapai target mutu itu tadi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. kesimpulan
dari penemuan
penelitian yang dapat di kumpulkan peneliti di latar penelitian yang berkaitan
dengan peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan yaitu :
dengan mengadakan wawancara bersama pimpinan bersama personalia pondok
pesantren yang terkait, untuk pendapatkan informasi akurat yang dibutuhkan
dalam penelitian.
Temuan
penelitian yang dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan dan personalia
pondok pesantren Nahdlatul Wathan, peneliti catat, dari hasil catatan peneliti
sesuaikan dengan hasil observasi dilapangan dalam rangka mengakuratkan hasil
wawancara dengan kenyatan dilapangan.
Dari temuan
penelitian dan pembahasan hasil penelitian yang sudah peneliti paparkan pada
bab IV. Maka dapatlah peneliti mengambil suatu kesimpulan tentang peran pondok
pesantren Nahdlatul Wathan dalam bidang pendidikan.
Bahwa peran
pondok pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta dalam pendidikan yaitu: pimpinan
pondok pesantren selalu menjaga jalinan interaksi dengan sesama pengurus,para
personalia,para staf karyawan pondok pesantren dan para masyarakat sekitar
pondok pesantren, sehingga bawahan, para personlia, staf dan karyawan merasa
terayomi semua dengan sikap pimpinan terhadap mereka yang mau peduli terhadap
keadaan para karyawan pondok pesantren demi kemajuan pondok pesantren dimasa yang akan datang khususnya dalam
bidang pendidikan.
Kurikulum yang
dijalankan adalah sesuai dengan kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan oleh
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, sesuai pula dengan kurikulum
pondok pesantren yang dianjurkan oleh Departemen Agama, sambil ditambahkan
bumbu penyedap dalam kurikulum pembelajaran disetiap lembaga pendidikan yang
ada, berupa ilmu-ilmu salafi pondok pesantren kontemporer, dalam upaya
mengoptimalkan mutu, dan mengatasi kebosanan santri yang tergabung di dalam
pondok pesantren, karena materi yang disajikan bervariasi, tidak terkesan
monoton.
Dalam mengadakan
hubungan dengan para bawahan, para karyawan pondok pesantren, maupun dengan
para siswa, pimpinan dalam mengoptimalkan pendidikan pondok pesantren yang ada
selalu berusaha memungsikan yang ada sebagaimana mestinya.
Dalam menghadapi
kendala yang ada baik yang datangnya dari internal pondok pesantren maupun
external pondok, kendala yang bersifat kelembagaan mauoun tidak, pimpinan
selalu mengajak staf atau karyawan pondok terkait dalam mencari solusi terbaik,
dalam mengatasi problematika pondok pesantren yang sedang dihadapi.
Karena peran pondok pesantren
dijalankan dengan baik maka dengan sendirinya mutu pendidikan yang ada di
pondok pesantren Nahdlatul Wathan pun meningkat dari tahun ke tahun, dengan
kesadaran para personalia dan pimpinan dalam menjalankan tugas bersam demi
mencapai tujuan bersama yaitu mengoptimalkan mutu pendidikan, memajukan pondok
pesantren secara umum, dan untuk memajukan seluruh lembaga pendidikan yang ada
didalamnya dengan seoptimal mungkin. Sikap membina persatuan dan kesatuan yang
kental menghiasi setiap sudut pondok pesantre Nahdlatul Wathan Jakarta, maka
bisa dikataka peran pondok pesantren Nahdlatul Wathan cukup kondusif dalam
mengoptimalkan mutu pendidikan yang dijalankannya.
B. Saran-Saran
Saran yang
peneliti perlu tabahkan dalam menormalkan kegiatan pembelajaran di pondok
pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta adalah:
1.
perlunya tambahan sarana prasarana untuk
mengaktualisasikan pendidikan, seperti laboratorium untuk fisika, kimia,
biologi, bahasa, dan peralatan lainnya.
2.
perlunya pengurangan jumlah tenaga pengajar yang
bertugas rangkap sehingga bisa meminimalisasi terjadinya tabrakan jam mengajar,
agar pondok pesantren dan siswa tidak dirugikan.
3.
perlunya peningkatan mutu sumber daya manusia yang
dimiliki pondok pesantren Nahdlatul Wathan saat ini agar lebih responsive
terhadap perkembangan lingkungan sosial yang ada.
4.
perlunya tambahan usaha produktif dalam rangka
membangun kemandirian pondok pesantren.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar